Minggu, 14 November 2010

UJIAN TENGAH SEMESTER


Jawaban UTS
Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan IPS
Dosen: Dr.Hj.Arnie Fajar M.Pd
Nama : HASLINDA
NPM   : 09870151
1.    Deskripisikan 3 definisi PIPS. Dari 3 definisi tersebut pendapat siapa yang lebih menekankan pada unsur-unsur pencapaian partisipasi warga negara. Berikan argumentasi Anda!
JAWABAN:
a.    James A. Banks dalam bukunya Teaching Strategies for the Social Studies memberikan definisi social studies sebagai berikut:
The social studies is that part of the elementary and high school   curriculum which has the primary responsibility for helping students to develop the knowledge, skills, attitudes, and values needed to participate in the civic life of their local communities, the nation, and the world (1990: 3). Ini maksudnya bahwa studi sosial atau pendidikan IPS merupakan bagian dari kurikulum sekolah dasar dan menengah yang mana tanggung jawab utamanya adalah membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk ikut berpartisipasi dalam kehidupan warga negara.
b.    Fresser and West dalam social studies in Secondary Schools membedakan social sciences dengan social studies, social science education (Pendidikan IPS) sebagai berikut:
The social science are systematically organized, scholarly bodies of knowledge that have been built up through intellectual inquiry and planned research. The social studies, on the other hand, consist of  materials selected from the social sciences and organized for instruction of children and youth. The distinction is between systematically structured bodies of scholarly content and psychologically structured selection of instructional content. Sedangkan maksud diatas bahwa pendidikan IPS merupakan suatu organisasi yang sudah sistematis, tubuh utamanya adalah pengetahuan yang sudah dibangun melalui jalur pendekatan inkuiri intelektual dan pendekatan yang sudah terprogram. Sedangkan studi sosial terdiri atas bahan pilihan dari ilmu pengetahuan dan di organisasikan untuk suatu perintah pada siswa dan generasi muda. Perbedaan di antara struktur tubuh yang sistematis dan secara psikologis pemilihannya terdapat pada tujuan isi instruksionalnya.
c.    Muhammad Numan Somantri (1998: 8) mengemukakan:
Pendidikan IPS adalah suatu penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, ideologi negara dan disiplin ilmu lainnya serta masalah-masalah sosial terkait, yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Dari ketiga definisi di atas maka yang lebih menekankan pada unsur-unsur pencapaian partisipasi warga negara terdapat pada poin pertama karena dari penjelasannya juga sudah jelas, sementara argumentasinya: siswa sebagai peserta didik sekaligus sebagai warga negara di sekolahnya mereka tahu dan mengerti kewajiban apa saja yang harus dipenuhi sebagai siswa contoh: mentaati peraturan tata tertib sekolah, masuk tepat pada waktunya, membayar iuran. Dan sikap (menghormati, menghargai, bertanggung jawab, disiplin dll) yang harus di lakukan terhadap baik itu teman, guru dan lingkungan sekitar.
2.    Buat analisis mengenai keterkaitan antara ide, konten, dan model evaluasi hasil belajar KTSP PIPS (pilih salah satu jenjang pendidikan dan kelas untuk dijadikan materi analisis yang dimaksudkan)!
JAWABAN:
Keterkaitan antara ide, konten dan model evaluasi hasil belajar KTSP PIPS (tingkat SMA, kelas I) dari penjelasan salah satu buku sumber yaitu bahwasanya suatu ide atau program yang menyuruh siswa bisa mengidentifikasi, memahami, dan bekerja untuk mengatasi masalah yang sedang di hadapi dengan program sbb:
-       Foster individual and cultural identity along with understanding of the forces that hold society together or pull it apart.
-       Include observation of an participation in the school and community
-       Adress critical issues and the world as it is
-       Prepare students to make decisions based on democratic principles and
-       Lead to citizen participation in public affairs
Sedangkan kontennya fokus pada dunia – jauh dekat, sosial dan civik, masa lalu, yang sedang terjadi dan masa depan. Studi sosial pengajaran yang efektif menulis konten ini dari disiplin studi sosial ( seperi geografi, pemerintah, dan sejarah) dan jaringan dengan pengetahuan dimana siswa memperoleh pengalamannya dari media. Dari pengetahuan ini maka siswa dapat: (1) mengembangkan keterampilan, konsep, dan generalisasi untuk memahami kehidupannya, (2) menghormati kegunaan suatu hubungan dengan komunitas, (3) siap dan ingin berkontribusi terhadap suatu kebijakan dan (4) melakukan cara dengan mengatur konflik persoalan yang konsisten sesuai dengan prosedur demokrasi.
The ideas set forth in the NCSS statement on the “Essentials of the social Studies” are elaborated in its “Social Studies Curriculum Guidelines” (NCSS 1990, 12 – 15), isinya mengatakan bahwa bagaimanapun juga perencanaan harus di awasi oleh tujuan studi sosial dasar. Kemudian daripada itu kekuatan suatu kurikulum studi sosial di tentukan oleh target dan tujuannya. Seluruh komponen ini seperti kurikulum – tidak hanya konten, tapi juga pendekatan instruksional, aktifitas pembelajaran, dan metode evaluasi – termasuk kurikulum karena semua ini di pandang sebagai alat untuk membantu siswa dalam memperoleh kapabilitas dan perilaku yang sangat penting.
3.    Pembelajaran PIPS harus dilakukan secara “meaning full”, oleh karena itu perlu dirancang melalui pendekatan yang sesuai. Analisis penerapan pendekatan secara teoritis, selanjutnya buatlah desain pembelajarannya sampai pada evaluasi! (pilih-seperti soal nomor 2)
JAWABAN:
Menurut Charles B Myers, NCSS 2000, akan menjadi pembelajaran yang menyenangkan apabila pembelajaran (seluruh komponennya) meaningful (berguna manfaat bagi siswa dan kehidupannya).
Cooperative Group Learning/ CGrL sebagai pendekatan yang bermakna way of thinking, way of valuing an behaving; cara atau pola berpikir dan menilai serta menyikapi sesuatu/ hal yang kita hadapi. Pembelajaran kelompok koperatif/ PKK adalah group learning activities atau team building activities; secara lebih cermatnya PKK adalah proses KBS individual siswa melalui group learning activities yang mendorong/ melibatkan/ engaging individual learning activities. CGrL is a learning process, show that students who have opportunities to work collaboratively, learn faster and more efficiently, have greater retention, and feel more positive about the learning experience (Roger and David Johnson).
            Tujuan dan sasaran dari pembelajaran kelompok koperatif adalah meningkatkan pencapaian akademik, meningkatkan sikap dan perilaku, percaya diri dan motivasi, dan meningkatkan rasa kepemilikan terhadap sekolah dan teman. Pendekatan ini juga mudah untuk di implementasikan dan tidak mahal dari biaya.
DESAIN PEMBELAJARAN DI SMA KELAS SATU:
-       Menentukan dan memilih tema/ topik pilihan yang sesuai dengan kurikulumnya
-       Membagi siswa kedalam beberapa kelompok, lima sampai enam kelompok dan menunjuk ketua kelompoknya masing-masing
-       Promotive, face to face Oral Communication – siswa ditempatkan pada kelompok yang heterogen (2 sampai 6 kelompok). Ketua kelompok menjadi penghubung untuk terjadinya suatu interaksi.
-       Positive interdependence – semua untuk satu dan satu untuk semua, seluruh siswa bekerjasama untuk pencapaian tujuan atas materi yang sedang disampaikan.
-       Evaluating and processing – siswa diberikan waktu dan diberanikan untuk berpartisipasi yang refleksinya tentang apa yang sedang dipelajari, bagaimana mempelajarinya dan kemampuan yang digunakan untuk memproses suatu tujuan
4.    Buat analisis keterkaitan landasan, tujuan, dan fungsi PIPS dengan tujuan pendidikan nasional!
JAWABAN:
-       Landasan PIPS: Undang-undang No.2/ 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia, Pancasila dan UUD’1945.
-       Tujuan PIPS: mempersiapkan warga negara yang dapat membuat keputusan reflektif dan berpartisipasi dengan sukses dalam kehidupan kewarganegaraan di lingkungan masyarakat, bangsa dan dunia (Banks, 1990: 4). NCSS menyebutkan bahwa tujuan social studies/ IPS adalah membantu siswa mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan yang rasional sebagai warga negara dengan kultur yang beragam, dan masyarakat demokrasi di dunia yang saling ketergantungan (Ellis, 1998: 2). Menurut Zamroni (2001: 11), arah pengajaran ilmu sosial adalah mengembangkan kemampuan berpfikir kritis (critical thinking) dan kesadaran serta komitmen siswa terhadap perkembangan masyarakat.
-       Fungsi PIPS: mengantarkan generasi penerus bangsa menjadi insan sosial yang berpengetahuan knowledgeable, berbudaya baik dan fungsional dalam kehidupannya serta siap menghadapi kehidupan riil kini dan esok hari.
-       Tujuan pendidikan nasional: “mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, dan kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
Maka dapat ditarik kesimpulan keterkaitan landasan, tujuan, dan fungsi PIPS dengan tujuan pendidikan nasional adalah bahwa tujuan pendidikan nasional telah memberi arahan yang dinamis terhadap fungsi pendidikan, yaitu bukan hanya sekedar sebagai pengemban kebudayaan, termasuk pengubah kebudayaan. Begitupun landasan dan tujuan pendidikan nasional Indonesia tidak mengikuti tumbuhnya kredo keilmuan semata, tapi berusaha menumbuhkan secara serempak pengetahuan ekstradeptif (extraseptive knowledge) dan pengetahuan intraseptif (intraceptive knowledge) dalam harmoni. Dan satu lagi keterkaitannya yaitu bahwa bahan pendidikan IPS akan terus berkembang, sehingga memerlukan kesiapan akademik dan profesional dari lembaga pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan harus bisa menembus wawasan pendidikan Indonesia dan dunia dengan segala permasalahannya dan harapannya.
5.    Buatlah desain kriteria untuk mengevaluasi PIPS dengan menggunakan pendekatan yang Anda anggap sesuai (pilih-seperti soal nomor 2 dan 3)!
JAWABAN
Pendekatan yang saya anggap sesuai dalam mengevaluasi PIPS adalah Model inkuiri, ini adalah salah satu model pembelajaran yang memfokuskan kepada pengembangan kemampuan siswa dalam berpikir reflektif kritis, dan kreatif. Inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang dipandang modern yang dapat dipergunakan pada berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat pendidikan dasar hingga menengah. Pelaksanaan inkuiri di dalam pembelajaran Pengetahuan Sosial dirasionalisasi pada pandangan dasar bahwa dalam model pembelajaran tersebut, siswa didorong untuk mencari dan mendapatkan informasi melalui kegiatan belajar mandiri. Model inkuiri pada hakekatnya merupakan penerapan metode ilmiah khususnya di lapangan Sains, namun dapat dilakukan terhadap berbagai pemecahan problem sosial. Savage Amstrong mengemukakan bahwa model tersebut secara luas dapat digunakan dalam proses pembelajaran Social Studies (Savage and Amstrong, 1996). Pengembangan strategi pembelajaran dengan model inkuiri dipandang sanagt sesuai dengan karakteristik materil pendidikan Pengetahuan Sosial yang bertujuan mengembangkan tanggungjawab individu dan kemampuan berpartisipasi aktif baik sebagai anggota masyarakat dan warganegara.
Desain kriteria dari pendekatan ini adalah sbb:
Langkah-langkah yang harus ditempuh di dalam model inkuiri pada hakekatnya tidak berbeda jauh dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang dikembangkan oleh John Dewey dalam bukunya “How We Think”. Langkah-langkah tersebut antara lain:
*      Langkah pertama, adalah orientation, siswa mengidentifikasi masalah, dengan pengarahan dari guru terutama yang berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari.
*      Langkah kedua hypothesis, yakni kegiatan menyusun sebuah hipotesis yang dirumuskan sejelas mungkin sebagai antiseden dan konsekuensi dari penjelasan yang telah diajukan.
*      Langkah ketiga definition, yaitu mengklarifikasi hipotesis yang telah diajukan dalam forum diskusi kelas untuk mendapat tanggapan.
*      Langkah keempat exploration, pada tahap ini hipotesis dipeluas kajiannya dalam pengertian implikasinya dengan asumsi yang dikembangkan dari hipotesis tersebut.
*      Langkah kelima evidencing, fakta dan bukti dikumpulkan untuk mencari dukungan atau pengujian bagi hipotesa tersebut.
*      Langkah keenam generalization, pada tahap ini kegiatan inkuiri sudah sampai pada tahap mengambil kesimpulan pemecahan masalah (Joyce dan Weil, 1980).


DAFTAR LITERATURE
Djahiri, Kosasih. (2007). Pembaharuan Paradigma PKN – PIPS – PAI. UPI. Bandung.
Djahiri, Kosasih. (2008). Assessment and Evaluation on Social Studies (Reading and Notes Internet).Bandung.
Sapriya. (2002). Studi Sosial Konsep dan Model Pembelajaran, Buana Nusantara. Bandung.
Somantri, Numan.(2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Remaja Rosda Karya, Bandung.





Ide: berangkat dari suatu permasalahan, kurikulum (idenya bgmn) di dalam larbek dan setiap karakter di mata pelajaran.
Karakter dr Pips:
UNTUK MENGATASI pemasalahan dalam indikator dibuat suatu pemetaan dan berikutnya akan berkaitan dengan kaarkternya
Konten: isi  dari ilmu itu sendiri..unutk mencapai karakter harus ada konten.
Penggunaan beebrapa model agar mencapai tujuan akhir. Ketika kita akan membuat model maka harus diperhatikan ide, konten,model pembelajaran. KTSP boleh menggunakan macam model yang lain yg sesuai dengan situasi.
Tujuan IPS simplication dari penyederhanaan ilmu2 IPS, social skill kemampuan sosial dengan masyarajat.bgmn menghadapi berbagai sifat manusia.
Decision making; bgmn mengambil suatu keputusan, lihat masalah dulu, analisis, cari info, buat alternatif, di buat pos n negatif, membuat keputusan sehingga dgn demikian dari ketrampilan itu akan menjadi good citizenship,(hub tujuan IPS dengan tujuan Nasional).bahwa tujuan IPS mendukung akan tujuan nasional dan tujuan nasional akan tercapai ketika tujuan IPS juga tercapai.
Jumat, 12 februari 2010
Test:alat/instrumen
Pengukuran:pembobotan nilai
Penilaian:penentuan nilai/ angka kualitatif test dan non test
Test: test tertulis (essay dan obyektif (pg, sebab akibat)test lisan, dan test
Ketiga diatas merupakan suatu isi dari evaluasi
Sabtu, 19 feb 2010
Dalam social skill bukan hanya terjadi degradasi moral tapi juga rasa nasionalisme yang sudah pudar.
Peningkatan mutu pendidikan juga harus meningkatkan proses pembelajaran dikelas. Ada 4 skill kompeten yang harus dikuasai guru:
1.    Pedagogik
2.    Akademik
3.    Sosial
4.    Kepribadian
Pengaruh globalisasi
1.    Money
2.    Economy
3.    Ict
Anang fujiani, rosda karya.science technology and society
Saint, teknologi dan masyarakat /STM
Dalam STS ada:
1.    Issue
2.    Kelas
3.    Konsep evaluasi, infiltrasi
4.    Pengembangan konsep-penugasan-ICT
5.    Pemantapan konsep
6.    Evaluasi
Learnign to know, learning, to do, to be, to live together.
Proses pembelajaran dikelas:
Planing(konten, metode/strategi, evaluasi
Do
Monitoring
Evaluasi
Pendidkkan dan pengajaran :Penilaian(penskoran/ nilai: kuantitatif dan kualitatif. sbg suatu sistem,
 KONSTELASI MUTU PENDIDIKAN
Kualifikasi dan kompetensi:dari pengajar/ tenaga pendidik, sehingga kinerja dan tenaga kependidkan, dalam prose sbekerja melakukan [epenilaian bukan hanya output tapi proses dan hasil/isi. Kalu goal maka outcomenya(kompetensi lulusan) akan good jugaini dipengaruhi oleh darana dan prasarana pengelaolaan terantung pada biaya untuk kesejahtareaan guru.








Kualifikasi dan kompetensi
Kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Kompetensi lulusan
pembiayaan
kesejahteraan
Sarana dan prasarana
pengelolaan
Proses dan isi
penilaian
 









                                                                                                                               




Educational assessment
Managing instruction
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar